[Review] Shazam!

Setiap orang memiliki sifat pahlawan di dalam dirinya. Hanya menunggu waktu dan keajaiban untuk membawanya keluar. Billy Batson (Asher Angel) remaja 14 tahun ini terpilih karena sifatnya. Ia menjadi superhero dewasa Shazam (Zachary Levi) setelah menyebut kata SHAZAM!. Karena masih seorang anak-anak, Shazam bersenang-senang dengan kekuatan barunya. Namun, ia harus segera menguasainya sebelum Dr. Thaddeus Sivana (Mark Strong) yang jahat bisa menguasai kemampuan magis Shazam.

Setelah mendapatkan berbagai kritik negatif untuk film-filmnya terdahulu, DC Extended Universe mulai memperbaiki diri setelah rilisnya Wonder Woman dan Aquaman. Terbukti, kedua film ini mendapat sambutan yang sangat positif baik dari kritikus maupun para penonton. Seakan ingin meyakinkan semua orang, Warner Bros kembali merilis satu film superhero DC yang tidak memiliki tone gelap, lebih menyenangkan, dan dapat mengundang tawa. Shazam! Adalah salah satu superhero teranyar dalam dunia DCEU. Shazam! Sendiri disutradarai oleh David F. Sandberg yang mulai dilirik oleh orang-orang hollywood karena film pendeknya Lights Out dan Annabelle: Creation. Mengingat dua film sebelumnya adalah horor, bagaimana dengan debut film superheronya?

Tak terlalu buruk!
Tak terlalu buruk!

Untuk film superhero, saya akui Shazam! Cukup rapi dan tak buruk sama sekali. Jalan ceritanya tidak rumit dan tak membosankan. Sebagian besar aktornya adalah anak-anak dan Henry Gayden, yang menulis skenarionya, berhasil menuliskan cerita yang menyenangkan tapi masih realistis dengan anak-anak pada umumnya. Tidak ada dialog yang terlalu serius apalagi tone yang terlalu gelap seperti film-film awal DC. Yang ada adalah cerita menyenangkan anak-anak yang berusaha memanfaatkan kekuatannya untuk kebaikan. Walaupun pola ceritanya tetap sama seperti film asal-usul superhero pada umumnya, Shazam! Berhasil membedakan dirinya dengan membawa warna baru pada film-film DCEU.

BACA JUGA: [Review] Us

Untuk pengembangan setiap tokohnya, Shazam! Cukup juara pada bagian ini. Di bagian awal film, kita diperlihatkan tentang suatu kejadian yang menimpa seorang anak kecil yang membuat ayahnya tak bisa berjalan kembali. Saya cukup kaget bahwa ternyata bagian awal ini adalah viilain utama film Shazam dan kapan lagi film superhero memiliki backstory untuk villainnya? Bahkan film-film Marvel jarang melakukan hal tersebut. Selain itu, dinamika keluarga yang menjadi tema utama film ini dimanfaatkan dengan baik dan pesan-pesannya terasa sangat tersampaikan ke penonton. Di sepanjang film kita melihat bagaimana Billy tumbuh untuk dapat menerima keluarga barunya dan merelakan ibunya yang telah meninggalkannya. Bahkan, ia sampai bisa mengingatkan Thaddeus bahwa masalah utamanya adalah kesendiriannya yang tak memiliki siapapun untuk kembali. Di saat individualisme semakin meningkat, Shazam! Merupakan pengingat yang baik untuk bersatu sebagai keluarga.

Harta yang paling berharga (lagi)
Harta yang paling berharga (lagi)

Dari teknis, sayangnya tak terlalu menonjol. Efek visualnya cukup minimal dan bahkan ada beberapa adegan yang CGI nya sangat kelihatan. Untuk produksi suatu rumah produksi besar memang ini cukup dipertanyakan. Tapi, ini tak sebermasalah itu karena masih efektif-efektif saja. Lagi pula, biaya pembuatan Shazam! “hanya” 100 juta dolar dan itu termasuk sangat kecil untuk film superhero. Meskipun begitu, aktingnya cukup juara! Apalagi akting dari aktor anak-anak yang sangat bagus dan cukup menghayati perannya masing-masing.

Di akhir, saya ingin mengatakan bahwa Shazam! Adalah film yang tak terlalu merugikan jika Anda tonton. Cerita yang rapi, villain yang dikembangkan dengan baik, dan tema utama yang kuat membuatnya cukup spesial di antara film-film superhero pada umumnya. David F. Sandberg sekali lagi berhasil membawakan film yang tak hanya menghibur tetapi juga membawa pesan-pesan yang relevan. Meskipun efek visualnya minimal dan pola ceritanya standar, Shazam! masih berhasil menjadi salah satu film terbaik DCEU.

Shazam! dapat disaksikan di bioskop seluruh Indonesia mulai 3 April 2019

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × three =