[Review] Orang Kaya Baru

Sinopsis: Cerita tentang kaya mendadak yang dialami oleh sebuah keluarga yaitu Ibu (Cut Mini), Ayah (Lukman Sardi) dan tiga anak mereka: Tika (Raline Shah), Duta (Derby Romero), dan Dodi (Fatih Unru). Keluarga ini selalu menjalani kehidupan sehari-sehari mereka dengan serba apa adanya. Ketika sang ayah meninggal, barulah diketahui bahwa selama ini ia ternyata orang yang sangat kaya. Hartanya diwariskan kepada keluarga yang ia tinggalkan. Uang kaget tersebut kemudian digunakan oleh istri dan anak-anaknya. Mereka yang tadinya hidup susah, kini membeli rumah, mobil hingga barang-barang mewah lainnya dan menjadi Orang Kaya Baru.

Joko Anwar telah kembali! Setelah sukses dengan Pengabdi Setan (2017), Joko kembali untuk menulis skenario film drama komedi berjudul Orang Kaya Baru. Namun, Joko tidak menjadi sutradara kali ini. Ia hanya menulis skenarionya saja. Sutradaranya kali ini adalah Ody C Harahap yang namanya melejit setelah menyutradarai Sweet 20 (2017). Tapi tenang! Ini bukan berarti filmnya akan jauh dari kata berkualitas. Filmnya masih bagus dan cukup mengundang tawa sehingga tidak akan rugi juga ketika Anda tonton di bioskop. Lalu, bagaimana filmnya?

gimana gimana?
gimana gimana?

Untuk genre komedi drama, Orang Kaya Baru memang cukup simpel. Seorang keluarga miskin yang ternyata sebenarnya kaya, namun kekayaan mereka yang sebenarnya baru diberitahu sang Bapak setelah ia meninggal. Tapi, bukan Joko Anwar namanya kalau ceritanya tidak dibangun terlebih dahulu dengan fondasi yang kuat. Di awal, kita sudah diperkenalkan dengan seluruh keluarga Tika satu persatu beserta masalah mereka masing-masing. Tika yang harus mengerjakan tugas kuliahnya dengan kardus makanan bekas, Duta yang harus mencari sponsor untuk mendanai pentas teaternya, sampai Dodi yang harus terus bersekolah meskipun sepatunya sudah rusak. Seiring berjalannya cerita, kita semakin mengenal seluruh keluarga Tika. Di adegan makan malam, kita ditunjukkan kedekatan antar anggota keluarga ini dengan dialog yang natural, akting yang tidak berlebihan, dan juga berbagai obrolan lepas yang seperti tidak terikat skrip. Sehingga, keluarga ini menjadi “hidup” dan mungkin tidak jauh berbeda dengan keluarga Anda sendiri.

Tidak seperti kebanyakan film komedi Indonesia, Orang Kaya Baru tidak mengandalkan stand-up comedian untuk membuat filmnya menghibur (kecuali Fatih Unru jika Anda menghitungnya sebagai stand-up comedian). Komedinya sebagian besar justru sebanrnya adalah komedi gelap atau dark jokes yang mungkin cukup jarang ada di perfilman Indonesia. Saat bapak meninggal dan meninggalkan video, Bapak malah masih sempat-sempatnya bilang “Sebenarnya, Bapak masih hidup” yang membuat satu keluarga kaget. Tak lama kemudian, Bapak langsung bilang “Canda deh!” seakan-akan menekankan kalau memang dia beneran mati. Humor yang cukup gelap sebenarnya. Selain komedi gelap, Joko Anwar juga masih sempat menyelipkan beberapa hal tentang kritik sosial dari mudahnya suatu hal untuk menjadi viral, politikus yang mudah melaporkan rakyat biasa, pergaulan bebas, sampai realita anak muda sekarang yang harus memiliki berbagai pekerjaan untuk bisa menjalani hidup. Hebatnya, semua hal itu tidak mengganggu cerita utamanya dan kritiknya pun tetap tersampaikan dengan cukup efektif.

video bapak yang super aneh
Bapak yang sukanya humor gelap

Sama seperti Keluarga Cemara, pada akhirnya harta yang paling berharga adalah keluarga. Seluruh harta dan kekayaan yang akhirnya dimiliki oleh keluarga Tika tidak semerta-merta membuat semuanya bahagia. Ada saja berbagai masalah yang muncul yang pada akhirnya, tidak menyatukan keluarga namun justru membuat semuanya semakin jauh. Ini ditunjukkan dengan baik dari awal film pada adegan makan malam. Di awal, kita melihat bahwa keluarga Tika selalu makan malam bersama dengan berbagai obrolan bahagia seperti biasanya pada rumah mereka yang sederhana. Namun, ketika pindah di rumah yang sudah mewah, yang ada justru hanya Dodi yang selalu ada di meja makan. Yang lain hanya sibuk sendiri-sendiri dan tidak pernah makan malam bersama lagi seperti biasanya. Hal-hal simbolis seperti itu yang justru membuat orang jadi mudah untuk menerima pesan yang ingin disampaikan dan sekaligus membuatnya berhasil.

BACA JUGA[Review] Roma (2018) Indonesia

Sayangnya, seluruh konflik dan berbagai amanat yang ada di setiap menitnya jadi biasa saja hanya karena endingnya. Saya mengerti maksud endingnya untuk “kembali seperti biasanya”. Namun, ini justru bermasalah karena cara penyelesaiannya yang terlalu cepat, terburu-buru, dan terkesan tidak realistis. Memang, film tidak perlu serealistis di kehidupan nyata. Namun, melihat film ini, rasanya sulit untuk mengelak beberapa bagian yang menimbulkan berbagai pertanyaan. Misal, kenapa mereka tidak investasi saja? Menabung? Atau setidaknya berhemat? Tidak ada satu pun tokoh yang membahas hal-hal tersebut yang tentu saja membuat penonton biasa bertanya-tanya. Sayang sekali sebenarnya karena cerita yang sudah dibangun dengan baik berakhir menjadi biasa saja hanya karena endingnya.

harta yang paling berharga
harta yang paling berharga (?)

Untuk urusan teknis, tidak buruk sama sekali! Sinematografinya (untungnya) tidak sekelas FTV dan yang paling saya suka adalah penataan musiknya yang pas dan juga berbagai lagu temanya yang sulit untuk dilupakan. Selain itu, seluruh pemain Orang Kaya Baru aktingnya sangat cemerlang. Raline Shah, Cut Mini, Lukman Sardi, Derby Romero, Fatih Unru, sampai Refal Hady sukses menampilkan penampilan yang luar biasa untuk film komedi seperti ini. Lukman Sardi yang terkenal karena perannya di film laga atau serius justru bisa berperan sebagai Bapak yang mengundang tawa dengan humornya yang bizarre. Cut Mini juga berhasil memerankan tokoh Ibu yang tidak kalah bizarre dengan suaminya. Seperti di adegan saat Ibu histeris di Bank karena baru mendapatkan kekayaan suaminya yang sebenarnya setelah 21 tahun bersama dan saat membeli perhiasan yang langsung dipakai semua walaupun sedang di dalam rumah. Adegan emosional di bagian akhir juga berakhir dengan sukses karena akting dari Fatih Unru yang sangat mendalami karakternya dan juga dialognya yang cukup dapat membuat emosi penonton terkuras. Sangat jarang film komedi aktingnya sebagus ini.

Secara keseluruhan, Ody C Harahap berhasil menyajikan film komedi drama yang segar bagi perfilman Indonesia. Skenario yang kuat dari Joko Anwar juga berhasil menyulap premisnya yang simpel menjadi cerita yang menghibur, relatable, dan penuh dengan pesan moral. Meskipun endingnya agak bermasalah, eksekusi cerita yang cukup baik, akting yang kuat, dan juga komedi yang tidak garing membuat Orang Kaya Baru menjadi salah satu film komedi Indonesia yang tak boleh Anda lewatkan.

Orang Kaya Baru dapat disaksikan di bioskop seluruh Indonesia mulai 24 Januari 2019

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − ten =