[Review] Alita: Battle Angel Indonesia

Sinopsis: Alita (Rosa Salazar) terbangun di masa depan di sebuah dunia yang tidak dia kenali, tanpa memori tentang siapa dia sebelumnya. Dia kemudian diasuh oleh Ido (Christoph Waltz), seorang dokter penuh kasih yang menyadari bahwa di dalam diri cyborg yang dibuang ini ada hati dan jiwa seorang wanita muda dengan masa lalu yang luar biasa. Ketika Alita belajar untuk menjalani kehidupan barunya di jalan-jalan berbahaya di kota Iron City, Ido mencoba untuk melindunginya dari masa lalu misteriusnya sedangkan teman barunya Hugo (Keean Johnson) yang berpengalaman di jalanan, justru mengajak sebaliknya untuk membantu mendapatkan kembali ingatannya yang hilang. Hanya ketika pasukan jahat dan berbahaya yang mengendalikan kota mengejar Alita, dia menemukan sebuah serpihan masa lalunya, yakni dia memiliki kemampuan berkelahi yang unik yang menjadikannya incaran semua orang. Jika dia mampu melawan mereka, maka dia akan sanggup menyelamatkan teman-temannya, keluarganya, dan dunia yang dia cintai.

Setelah hampir 2 dekade, akhirnya Battle Angel Alita benar-benar difilmkan dan sudah bisa kita tonton. Diadaptasi dari manga berjudul “Gunnm” karya Yukito Kishiro, Battle Angel Alita masih sangat khas dengan manga-manga cyberpunk terkenal yang di rilis di Jepang pada tahun 80-90an seperti Akira dan Ghost in the Shell. Filmnya sendiri merupakan adaptasi hollywood (lagi) setelah beberapa kali adaptasi mereka dianggap gagal seperti Dragonball Evolution dan Ghost in the Shell (2017). Seharusnya, Alita: Battle Angel disutradarai oleh James Cameron (Titanic, Terminator, Avatar). Tetapi, ujung-ujungnya dia hanya sebagai produser saja dan filmnya disuradarai oleh Robert Rodriguez (Sin City). Jadi, bagaimanakah filmnya setelah sutradaranya bukan lagi James Cameron?

an angel fights
an angel fights

Bagi yang tidak pernah membaca manganya, filmnya sendiri lebih fokus kepada 4 volume pertamanya (manga aslinya ada 9 volume). Ceritanya sendiri cukup baik untuk genre cyberpunk. World-building atau pengenalan terhadap dunia ceritanya merupakan salah satu elemen penting bagi genre cyberpunk dan saya rasa Alita Battle Angel cukup berhasil untuk melakukannya. World-buildingnya kebanyakan berasal dari dialog antar tokoh dan untungnya, tidak terkesan info-dump sehingga tidak terlalu membosankan. Sayangnya, cerita di filmnya tidak ditampilkan dengan cukup baik. Cukup banyak adegan yang terasa cukup tiba-tiba sehingga membuat penonton agak sulit mengikuti cerita dengan jelas. Selain itu, beberapa tokoh seperti Chiren kemunculannya terasa kebetulan saja. Di satu adegan, Chiren bertemu dengan Alita di depan rumah Ido. Chiren tiba-tiba saja muncul di sini dan ya, itu adalah adegan pertama saat Chiren muncul. Tidak ada build-up atau apa pun yang membuat kita mengenalnya. Dia tiba-tiba saja muncul. Walaupun, karakternya lebih berkembang di sepanjang film.

BACA JUGA: [Review] Terlalu Tampan

Yang paling tidak menyenangkan dari ceritanya adalah endingnya. Endingnya tidak benar-benar “selesai”. Film ini seolah-olah memosisikan dirinya sebagai film pertama dari sebuah trilogi atau semacamnya sehingga ceritanya terkesan berhenti di bagian awal. Rasanya seperti Anda membaca buku tapi Anda memutuskan untuk mengakhirinya pada bab pertama saja. Perlu diketahui, sekuel dari Alita masih belum pasti sehingga kalau Anda ingin tahu kelanjutannya bisa baca manganya atau menunggu film selanjutnya yang entah akan dibuat atau tidak. Tidak ada salahnya memang membuat film yang memiliki akhir seperti ini. Hanya saja, penonton menginginkan suatu ending yang pas dan membuat mereka puas walaupun pada akhirnya filmnya hanya menceritakan bagian awal dari keseluruhannya saja.

ceritanya tidak terlalu spesial
ceritanya tidak terlalu spesial

Walaupun dengan kekurangan ceritanya, saya cukup akui, pengembangan karakter setiap tokoh tidak seburuk itu. Skrip yang ditulis oleh James Cameron dan Laeta Kalogridis sukses membuat pengembangan tokoh yang cukup kuat bagi Alita, sang bintang utama film ini. Memang, film ini disusun bak “origin story”, yaitu cerita awal dari sang tokoh utama. Kita melihat dari awal bagaimana Alita saat ditemukan di tempat rongsokan oleh Ido, sampai bagaimana ia “hidup” dan menjadi “manusia”. Dari saat mencoba makanan baru, merasakan cinta, sampai bertarung. Seluruh momen tersebut cukup penting bagi pengembangan karakter Alita dan film ini berhasil menyampaikannya dengan baik. Akting yang kuat dari Rosa Salazar juga sangat membantu bagian ini.

Dari sisi visual, sudah tak bisa diragukan lagi. Avatar yang disutradarai oleh James Cameron berhasil membuat terobosan visual yang tak pernah dicapai oleh filmmaker mana pun berhasil membuat visual yang tak kalah luar biasanya di Alita Battle Angel. Perlu diketahui, hanya beberapa adegan di Alita Battle Angel yang memakai CGI. Contoh yang paling terlihat adalah Alita, yang di mana seluruh tubuhnya adalah full CGI. Rosa Salazar yang memerankan sosok Alita harus menggunakan berbagai perangkat yang digunakan untuk “merekam” mimik wajah serta ekspresinya yang nantinya akan dijadikan sosok Alita. Hasilnya? Tak jauh dari kata luar biasa. Alita terasa benar-benar nyata dan sangat mirip seperti seorang manusia umumnya. Hebatnya, saat dia berada di sekitar manusia biasa, Alita tidak terlihat aneh saking nyatanya. Untuk dunianya, saya akui sangat detail dan penuh dengan berbagai hal yang menarik untuk lebih diketahui. Apalagi, world-building nya yang kuat membuat penonton semakin ingin mengenal bagaimana dunia Alita ini.

an angel rises
an angel rises

Sebenarnya, Alita Battle Angel adalah film yang biasa saja. Ceritanya tidak spesial dan bahkan banyak masalah di sana-sini. Yang paling menjengkelkan, endingnya membuka ruang untuk sekuel Alita (yang belum pasti) sehingga cerita yang dihasilkan tidak terasa “selesai” dan membuat penonton tidak puas. Walaupun tidak sempurna, setidaknya Alita: Battle Angel adalah film adaptasi manga yang cukup di atas rata-rata. Pengembangan karakter yang kuat serta visual yang luar biasa adalah alasan yang cukup untuk membuat Anda harus menonton Alita Battle Angel di layar bioskop sebesar mungkin seperti IMAX.

Alita: Battle Angel dapat disaksikan di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 Februari 2019

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − seven =